Tugas IBD - Manusia
Manusia merupakan satu dari tak terhingga hal di alam semesta yang paling dikasihi oleh Tuhan
Posisi manusia dibanding makhluk lain.
Pada dasarnya manusia hanyalah sebuah makhluk biasa yang tak berbeda dari makhluk lainnya. Tetapi karena begitu besarnya kasih Tuhan, Manusia dijadikan segambar dan serupa dengan-Nya, menjadikan Manusia lebih tinggi derajatnya dari pada makhluk lain, mempunyai Akal Budi, Pikiran, Keinginan Bebas, yang menjadikannya makhluk yang "sempurna" dibanding makhluk yang lain.
Aspek-Aspek Manusia
1. Kelahiran
Merupakan Aspek utama bagi kelangsungan populasi Manusia di muka bumi. Tanpa adanya aspek ini, manusia tidak akan bisa tetap bertahan (exist) di dunia ini. Dalam hal ini manusia akan memulai hidupnya, belajar mengenai sesama, belajar mengenai lingkungan, belajar mengenai dunia. Manusia akan terus menghadapi pilihan dan tantangan dimulai dari ia lahir sampai ia menghadapi kematiannya
2. Kesehatan
Setelah kelahiran, Aspek yang perlu dilihat dalam kehidupan manusia. Karena menjaga kesehatan tentunya sangat mahal harganya, tidak sebanding dengan nilai dari uang seberapa besarpun harganya. tetapi terkadang Manusia sering melupakan bahwa aspek ini sangat penting untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Banyak sekali kebiasaan-kebiasaan buruk yang sering dilakukan oleh manusia tanpa memikirkan tentang kesehatannya
3. Pendidikan
Hal yang membuat manusia berbeda dengan manusia lainnya salah satunya ialah pendidikan. Pendidikan sangatlah penting bagi kehidupan manusia untuk mengalami suatu perubahan dalam dirinya. tanpa Aspek ini, manusia tak akan pernah bisa berubah dan akan terus terbelengu dalam kehidupannya yang kosong.
4. Kematian
Sebagaimana ada pertemuan pasti ada perpisahan. Manusia, tanpa terkecuali, pasti akan mengalami kematian. Ini adalah titik akhir dari perjalan kehidupan yang indah yang dijalani oleh manusia tersebut. Secara alamiah alam, tentunya kematian diperlukan untuk menjaga keseimbangan bumi, jika kematian tidak ada, tentunya bumi akan dipenuhi oleh Manusia.
Daya Manusia
Daya Manusia (Human Resources) merupakan suatu Nilai atau potensi yang terkadung dalam diri manusia. Nilai ini bisa didapatkan Manusia dengan terus belajar dari kesalahan-kesalahan yang pernah ia perbuat. Semakin banyak pengalaman, dan intuisi dari Manusia semakin besar Daya Manusia tersebut.
Walaupun begitu, banyak manusia-manusia yang menyalah-gunakan Daya Manusia tersebut. Mereka yang pintar, dan cerdas, malah justru banyak yang merusak dan menghancurkan kehidupan di bumi. Daya Manusia sangatlah kuat, maka dari itu selama hidupnya, Manusia harus diajarkan moral dan agama, agar Daya yang terkandung dari diri Manusia tersebut tidak disalah-gunakan.
Tipologi Manusia
Tipologi artinya kajian tentang tipe atau jenis. Tipologi Manusia berarti pengetahuan tentang tipe-tipe manusia. Manusia bisa dikelompokkan berdasarkan kepribadiannya yang tersusun atas faktor karakter, bakat, watak. dan lain sebagainya. Manusia sangat beragam, Manusia mempunyai karakter-karakter yang unik. Maka dari itu perlu di kaji tentang karakter-karakter yang dimiliki oleh Manusia. Psikologi merupakan salah satu pelajaran yang mempelajari kajian tersebut.
Selasa, Maret 01, 2011 | Label: tugas softskill | 0 Comments
BERAT atau MASSA ?
artikel ini sedikit menyimpang dengan apa yang sudah diposting sebelumnya, yakni sedikit mengarah ke bidang Fisika, dari pada Sosial. tapi mari kita hubungkan sedikit tentnag maslah yang satu ini
BERAT atau MASSA ?
"Hey, berat kamu sekarang berapa?", "kemarin kutimbang 60 kg", begitulah kira-kira yang sering kita dengar dalam percakapan sehari-hari ketika kita menanyakan berat badan seseorang.
tentunya sangatlah mudah bagi kita untuk mengetahui berat badan kita, karena jaman sekarang kita bisa menggunakan timbangan berat badan untuk mengukurnya. cara kerjanya pun mudah, yakni cara menginjak timbangan tersebut dengan dua kaki, lalu jarum timbangan akan bergerak dan berhenti di suatu angka, dan angka yang ditunjukkan timbangan itulah berat kita. kalau menunjukkan angka 60 berarti berat kita 60 kilogram.
ok kita ambil satu kesimpulan dulu disini yakni.
saya menimbang dan saya mendapatkan angka 60, berarti berat saya adalah 60 kilogramSekarang, kita beralih ke ilmu Fisika. Di dalam ilmu Fisika, Berat adalah suatu perkalian dari sebuah Massa (kg) dengan percepatan gravitasi (m/s^2) didalam sistem tersebut. dan satuan dari berat ialah kg m/s^2 (kilogram meter per sekon kuadrat) atau nama lainnya adalah Newton. Jadi dalam ilmu Fisika jelas bahwa istilah Massa dan Berat sangat berbeda. Berat akan berubah jika berada dalam ruang yang mempunyai percepatan gravitasi berbeda, sedangkan Massa selalu tetap dimanapun benda tersebut berada. Jadi ketika suatu benda di bumi dengan massa 10 kilogram akan memiliki berat sebesar 100 Newton (pembulatan dari percepatan gravitasi = 10 m/s^2), dan akan membunyai berat yang berbeda di bulan karena bulan memiliki percepatan gravitasi yang lebih kecil.
lalu kita ambil satu kesimpulan lagi yakni
berat (yang dinyatakan dalam Newton) saya akan berubah jika berada dibulan.nah mulai menjadi kerancuan antara bahasa sehari-hari kita dengan bahasa dalam Fisika. dari dua kesimpulan yang telah kita ambil diatas menyinggung satu dengan lainnya. berat dalam kehidupan sehari-hari satuannya adalah kilogram, sedangkan dalam ilmu fisika adalah newton.
mari coba kita betulkan percakapan kita dan kita akan menemukan beberapa kesalahan yang lebih kacau lagi. ini adalah beberapa kemungkinan yang tela hsaya simpulkan.
1. oke, kita ngotot kalo berat itu satuannya tetep kilogram.Jadi disinilah letak permasalahan percakapan kita sehari-hari, ada beberapa kemungkinan kesalahan seperti yang telah saya sebutkan diatas. Saya pun mencoba memikir-mikirkan kira kira mana yang paling benar. Awalnya saya mengira kemungkinan nomor 3 adalah yang paling benar. dan entah kenapa saya mendapatkan satu kemungkinan lagi yaitu nomor 4 yang membuyarkan semua pendapat yang telah saya susun.
Berarti kita telah menghancurkan semua rumus mekanika Fisika, karena pada dasarnya semua rumus mekanika Fisika berasal dari persamaan F = m . a
2. karena satuannya kg, berarti harusnya kita ngucapin "Massa kamu berapa?"
tetapi Fisika telah menjelaskan, kalau Massa tidak akan berubah jika kita berada di bulan. Mari kita mengandai-andai, jika kita pergi kebulan dan membawa timbangan kesana, dan kita menimbang tubuh kita disana, menurutmu angka yang ditunjukkan timbangan berubah atau tidak?
3. sok tau, dari yang nomor 2, bisa aja ga berubah. tetapi coba kita pikir, gravitasi bumilah yang akan menyebabkan tubuh kita menekan timbangan lebih besar dari pada kita berada di bulan. Bayangkan kalau kita dibulan kita pasti sedikit melayang-layang. apakah kita tetap bisa menekan timbangan seperti di bumi.
4. iya deh gua nyerah, kalo ditanya berat berapa, jawabnya 60 Newton
ett, tunggu dulu, saya tidak bilang kalau harusnya kalo ditanya berat kita oleh seseorang, kita harus menjawab "60 Newton". satu lagi kemungkinan yang bisa terjadi, yaitu siapa tau angka yang ditunjukkan oleh timbangan sudah dikalkulasikan menjadi kilogram? kalau ternyata kemungkinan 4 ini benar berarti akan mendukung kemungkinan nomor 2 yaitu jika kita mau bertanya tentang berat seseorang kita harus menguncapkan "Massa kamu berapa?"
oke kita sudah membahas soal kemungkinan-kemungkinan kesalahan, permasalahan percakapan, dan ilmu Fisika kita akan mendapatkan kemungkinan percakapan yang benar. jika saya menimbang tubuh saya, dan mendapatkan angka 60 maka:
1. "Berat kamu berapa?", " 60 kilogram"
jika ngotot tetap yang pertama yang benar
2. "Berat kamu berapa?", "60 Newton"
jika menganggap hanya satuannya saja yang salah dan harus diubah.
3. "Massa kamu berapa?", "6 kilogram"
jika menganggap berat kita 60 Newton, berarti Massa kita adalah 60 dibagi 10 (dari persamaan F = m. a) dan menghasilkan 6 kilogram
4. "Berat kamu berapa?", "600 Newton"
jika menganggap Massa kita yang 60 kilogram, berarti Berat kita adalah 60 dikali 10 (dari persamaan F = m . a) dan menghasilkan 600 Newton.
5. "Massa kamu berapa?", "60 kilogram"
jika menganggap kalau pertanyaannya saja harus dirubah.
Sabtu, Januari 22, 2011 | Label: iseng | 4 Comments
Yang berduit boleh mendapatkan ijazah
Saya kenal dengan salah seorang remaja, dia bersekolah di salah satu SMA Negeri di Jakarta. Memang dari segi perilaku dan penampilan dia tidak terlalu mencolok, bisa dikatakan tidak jauh berbeda dari murid-murid lain disekolahnya. Walaupun dari segi kelakuan terkadang suka nyeleneh, tetapi remaja ini mempunyai semangat untuk belajar. Nilai-nilai dari rapornya selalu diatas rata-rata. walaupun hanya mendapat rangking 5 sampai 3, tetapi dia dapat mempertahankan nilai-nilainya tersebut sampai akhir dalam SMA nya. Dia juga mendapatkan beasiswa (tidak penuh) selama sekolahnya. Dan yang lebih mengejutkannya lagi remaja ini mendapat peringkat pertama dalam nilai Ujian Akhir Nasional, entah bagaimana cara dia belajar untuk mengejar teman-temannya yang lebih pintar dari dia, tetapi yang jelas ia telah menunjukkannya. Waktu kutanya kok bisa? Dia hanya menjawab, “ga tau, cuma kebetulan doang kali”. Dan dia bercerita,bahwa dia belajar sama seperti yang lainnya, belajar sampai jam 1, jam 2 malam. Katanya, “yah, yang lain juga pasti belajar kayak gitu, orang mau UAN, pasti pada kayak gitu lah”, mungkin merendah pikirku.
Tapi Ironisnya, entah bagaimana ceritanya, sampai detik saya menulis artikel ini, yakni lebih dari 6 bulan setelah kelulusan SMAnya, remaja ini masih belum memegang ijazah SMAnya. Dia masih belum membayar administrasi sekolah. Nekatnya, sekarang dia berkuliah tanpa memegang ijazah SMAnya. Waktu itu, saya pernah bertemu tanpa sengaja dengan dia seusai kuliah, dia bercerita sedikit tentang kuliahnya. “kalo gua bayar administrasi, tahun ini gua ga kuliah, sayang waktu. Jadi gua coba kuliah aja dulu, nekat, kalo ternyata nanti ada kendala… yah, nanti dipikirin lah…”. “gua pingin ngejar beasiswa, supaya bisa ga bayar uang kuliah, nah kalo udah gitu kan bokap gua bisa fokus ke uang sekolah,” begitu tambahnya.
Mendengar, dan menulis kembali kisah ini, benar-benar membuat saya heran, bahkan sangat heran. Karena sepertinya Uang segala-galanya dalam pendidikan. Dan lagi, sekolahnya ini apa tidak berpikir, anak ini sudah berprestasi, setidaknya melepaskan semua administrasinya bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan sebagai timbal balik kalau dia telah memberikan yang terbaik untuk sekolahnya
Dan tentunya tidak hanya teman saya saja yang merasakannya. Di Koran, televisi, dan media lainnya, banyak sekali yang memberitakan tentang siswa berprestasi yang tidak mendapatkan ijazah SMAnya.
Jadi saya membuat kesimpulan, dalam dunia pendidikan terjadi prinsip, “yang berduitlah yang berhak mendapat ijazah”, yang ga berduit, cari duit dulu, baru dapet ijazah, prestasi tidak penting, yang terpenting adalah Administrasi Lunas.
Nama : Dennis Aprilla
NPM : 51410797
Kelas : 1ia11
Selasa, Januari 04, 2011 | Label: iseng | 0 Comments
Tugas Softskill ISD - Bagaimana Kaum Muda Menghadapi Relawan dari Luar yang Membantu dan Ingin Mengambil Pula Kekayaan Bangsa Kita
Memang tidak bisa dipungkiri lagi fenomena-fenomena seperti ini terjadi di negara kita, faktanya sudah bahkan sudah banyak sekali kejadian yang menimpa negara kita.
Walaupun sudah banyak warga Indonesia yang menyadari hal ini, tetapi permasalahannya adalah, kita tidak akan tahu mana relawan yang "benar-benar relawan" atau relawan yang "jadi-jadian". Kita sebenarnya tidak boleh asal menangani kasus seperti ini. apalagi kita yang sebagai kaum muda harusnya lebih sabar dan lebih kritis lagi bagaimana menghadapi hal-hal seperti ini.
(menarik nafas....)
Mungkin kita sebagai kaum muda masih bingung apa yang harus kita lakukan, apalagi kita baru saja menjadi seorang Mahasiswa (yang tentunya mempunyai kewajiban juga untuk belajar). Tapi apa salahnya kalau kita berbuat sesuatu. Kita bisa saja membuat Seminar Terbuka untuk menambah wawasan orang lain mengenai kasus ini di negara kita. Kita bisa mengadakan unjuk rasa kecil-kecilan, dan lain sebagainya.
Intinya adalah, kita harus berbuat sesuatu supaya makin banyak warga Indonesia yang menyadari akan hal ini. Sehingga membuat mereka lebih jeli untuk memilih relawan-relawan yang akan membantu negara kita ini.
Kesimpulannya kita jangan main tuduh relawan yang "jadi-jadian" ini. Sebaiknya kita lebih berwaspada dengan gerak-gerik mereka yang mencurigakan, dan jangan sampai harta kekayaan negara Indonesia ini habis dikarenakan kita sebagai kaum muda tidak mampu berbuat sesuatu untuk negaranya sendiri.
Minggu, November 14, 2010 | Label: tugas softskill | 0 Comments
Dokumen
disini adalah tempat seluruh postingan yang saya post didalam blog ini dari awal sampai yang terbaru, jadi kalo mo liat ya liat aja:
- Berat atau Massa?
- Yang berduit boleh mendapat Ijazah
- Tugas ISD - Bagaimana Kaum Muda menghadapi Relawan dari Luar yang Membantu dan ingin mengambil pula Kekayaan bangsa kita
- Tugas ISD - Mengenai Fasilitas Site Gunadarma